Rainbow adalah tidak
asing kita dengar. Rainbow berasal dari kata bahasa inggris yang artinya
pelangi. Namun kata itu dijadikan sebuah nama oleh sepasang kekasih yang
melahirkan anak pertamanya. Saat itu pula muncullah pelangi paling indah yang
pernah mereka lihat. Dan akhirnya mereka menamai anaknya dengan nama “RAINBOW”.
Rainbow kini sudah beranjak dewasa. Dan dia punya
banyak kisah dalam hidupnya. Namun ada satu kisah yang tak pernah ia lupakan. Kisah
ini berawal dari Rainbow yang akan berangkat menuju sekolah barunya di SMAN 1
Padang. SMA itu terletak 5km dari
rumahnya.Rainbow berpamitan dengan kedua orang tuanya dan mencium tangan orang
tuanya sambil meminta uang jajannya.
Rainbow setengah
berlari. Dia melihat kearah tangannya. Waktu menunjukkan pukul 06.45.Dia masih
punya waktu 15 menit sebelum ospek dimulai. Di tengah perjalanan, Rainbow hampir
saja ditabrak mobil , untungnya ada seorang cewek yang mendorongnya ke tepi
jalan. Saat cewek itu menolongnya, dia tidak sempat menolong dirinya sendiri.
Cewek itu yang terkena tabrakan. Rainbow terkejut dengan sikap si cewek itu.
Kenapa cewek itu menolongnya. Padahal ia tidak mengenal dirinya. Dilihatnya
wajah cewek itu penuh dengan luka akibat tabrakan tersebut. Sang sopir
menghampiri cewek itu dan memanggil-manggil Rainbow. Tetapi Rainbow malah
berlari menuju sekolahnya. Dia takut terlambat
di hari pertama dia sekolah.
Rainbow masih berlari.
Dia tidak menganggap kejadian tadi bukan salahnya. Dia menganggap itu salah
cewek itu. Kenapa dia mau menolong dirinya. Padahal mereka tidak saling kenal.
Kalau saja cewek itu tidak menolongnya, kejadiannya pasti tidak seperti ini
Rainbow tiba di gerbang SMAN 1 Padang. Cowok separuh baya memanggilnya. Cowok
itu tidak memakai properti ospek berarti cowok itu merupakan salah satu kakak
kelas yang akan mengospeknya. Dengan nafas yang masih terengah-engah Rainbow menghampiri cowok itu.
“murid baru kan?”
“iyo, bang”
“kok talaik ang?
Manyasah lo dirumah? Atau ang sangajo talaik bia kanai hukum ”
“indak bang, rumah wak
jauh bg”
“bara na jauhnyo? Ma
jauh rumah wak lai. Ruamah den se di Bukittinggi, ndak do den talaik do. Rumah
ang sajangkanyo, sok-sok jauh lo. Ma properti ang?
Rainbow mencari
kedalam tasnya. Tetapi didalam tasnya hanya berisi buku kosong dan nasi
sebungkus. Rainbow ingat kalau properti itu dia letakkan di atas mejanya.
Dengan gemetaran Rainbow menjawab:
“ eeehh!! Ma.. maaf
bang, pro... proper..properti wak tingga diateh me.. meja bang. Tadi wak talaik
bang, tu takaja-kaja ka ka siko bang”
“kan ang tu cari
pikaro se. Tu kok sepatu ang babeda sabalah. Cari sensasi ang!! Disiko ndak
tampek manggaya do. Pai lah ang ka tangah lapang tu lah. Pakai mike yang ado
disitu. Manyanyi ang disitu. Awas kalau buruak suaro ang. Oy iyo, lupo den siap
tu ang cari kakak kelas yang nio jadi cewek ang salamo sahari. Caliak.an ka den
beko cewek ang tu dih”
Rainbow berkata dalam
pikirannya , “ HAH!! Banyak bana disuruah abang tu lah. Huft! Ma ado akak kelas
yang nio samo wak. Wajah wak saganteng ko, pasti akak tu minder jo wak. Ndeh!
Ba a caronyo ko??”. Rainbow berdiri ketengah lapangan dan mengambil mike yang
ada di lapangan tersebut. Biasanya mike itu digunakan jika ada pengumuman
mendadak saat ospek berjalan. Rainbow menghidupkan mike itu dan berkata, “
Wahai para kakak kelas yang cantik-cantik seperti dewi yang turun dari surga.
Dengarkanlah persembahanku ini buat kakak-kakak tercinta”. Rainbow mulai
bernyanyi. Semua hening mendengarnya. Suara Rainbow memang enak didengar. Semua
orang kagum mendengarnya. Tepukan meriah terdengar setelah Rainbow selesai
menyanyi.
“Terima kasih atas
tepukannya tadi, saya berharap ada diantara kakak-kakak yang cantik mau menjadi
pacar sehari saya. Bagi yang berminat telpon saya di nomor 085766223355. Sekian
terima kasih.” Rainbow berlari mengelilingi lapangan sambil mencari kakak kelas
yang mau menjadi pacar seharinya. Rainbow menghampiri kakak kelas yang terlihat
modis itu.
“kak, nio kak jadi
cewek sahari wak, wak dihukum kak sek wak talaik. Amuak kan kak? Please”
“HELLOO!!!! Ma amuah
wak samo adiak kelas buruak kayak kamu,, walaupun rancak bana suaro adiak, ndak
ka amuah gai wai do. Pai lah kasitu diak, manggaduah se lah. “
Rainbow beranjak dari tempat itu. Dan mencari kakak
kelas lain yang mau jadi pacarnya. Usahanya mencari terbuang sia-sia. Tidak ada
yang mau dengannya. Rainbow mencari cowok yang menghukumnya tadi dan melaporkan
apa yang terjadi. Cowok itu tertawa mendengar laporan Rainbow.
“hahahahha.. ancak juo
suaro ang mah. Aden se takajuik mandanganyo. Bagak ang tu mah, junior lain ndak
bagak gai den suruah kayak gitu. Hahahaha. Polos bana ang mah. Den bagarah
manyuruh ang tadi jan dipikian bana. Pailah ang ka gugus ang. Makasih
hiburannyo tadi .. hahahahah”
Rainbow hanya
tersenyum kecut. Dan mencari kelompok gugusnya.
Masa ospek telah
berakhir. Gugus Rainbow menjadi pemenang karena kepedeannya berani menyanyi di
tengah lapangan itu. Semenjak kejadian itu Rainbow menjadi terkenal. Banyak
cewek-cewek yang terpikat dengan kegantengan wajah dan suara Rainbow. Dan
cowok-cowok kelas 2 dan 3 banyak yang mau bergaul dengannya. Akibat pergaulan
tersebut Rainbow jadi sering keluar malam dan perokok tingkat dewa.
Rainbow pun terkenal
menjadi pemimpin geng anak berandalan karena kenakalannya. Ia semakin sering
mengerjai gurunya sendiri, cabut saat pelajaran, dan selalu menyontek saat
ulangan. Namun, orang tuanya tidak mengetahui hal itu karena orang tua selalu
pulang malam sehingga mereka mengira bahwa Rainbow sudah tidur. Tapi, jiga
orang tuanya di rumah, Rainbow selalu betindak menjadi anak patuh sehinnga oang
tuanya tidak pernah curiga. Guru yang memanggil orang tua Rainbow selalu
diancam Rainbow agar prilakunya tidak diketahui orang tuanya.
1 bulanpun berlalu
sejak kejadian itu, tapi perilaku Rainbow semakin menjadi-jadi apalagi saat ia
benar-benar menjadi pemimipin anak geng berandalan yang selama ini
diimpikannya.
Sampai suatu saat,
kelasnya kedatangan muid baru
“ Ren, di kelas wak
beko ado murid baru, cewek tapi buruak wak karajoan nah?”
“Emang ka ang pangaan
tu cewek.”
“Wak lataan se tapung
pas nyo tagak di muko, pasti malunyo tu ma, baa, nio ndak?”
“ Sip. . . lah lamo e
ndak buek ulah”
Rainbow dan Adit pun
menyusun rencana untuk anak baru itu. Mereka menyusun rencana mereka saat jam
istirahat. Jam istirahatpun habis, Rainbowpun segera duduk manis tanpa rasa
bersalah. Beberapa saat kemudian, gurupun masuk dengan cewek buruk rupa itu.
Saat cewek itu masuk, Rainbow merasa ia pernah melihat cewek itu. Ia pun
berusaha mengingat dan saat ia berhasil menyatukan pikirannya yang hilang, ia
terkejut bukan kepalang. Ia baru ingat bahwa cewek itulah ynag menyelamatkannya
saat tabrakan maut itu, namun sayangnya karena tabrakan itu menjadikan cewek
itu buruk rupa. Padahal dulu sebelum kejadian itu terjadi tidak ada
goresan-goresan itu di wajahnya.
“ Perkenalkan nama
saya jingga dan mulai hari saya mohon kerjasamanya”
Tepat saat jingga
selesai mengucapkan namanya, Adit pun langsung momotong tali dan secepat kilat
Rainbow berlari menolong jingga. Tepat sepersekian detik setelah itu, gelak
tawa memenuhi kelas X.4 kecuali Adit. Ia hanya bisa melongo melihat Rainbow
yang berlumuran tepung dan geram melihatnya.
“ Manga ang di muko
tadi tu. Ang manggaduah se he. Padahal tadi lah rancak rencana wak tu ee,
manggaduah se ang ma.” Adit kembali ngomel
Tapi Rainbow hanya
termenung dan memikirkan apa yang tadi dilakukannya.
Sejak kejadian itu,
gosip mulai tersebar di SMA 1 Padang dan Rainbow mendapat julukan baru “
pangeran kodok” dan setiap hari senior cewek di SMA 1 Padang selalu mengerjai Jingga
karena telah merebut Rinbow dari mereka, namun Jingga selalu selamat karena
Rainbow selalu menolongnya. Rainbow seperti memiliki radar dan selalu
mengetahui jika Jingga sedang dalam masalah, tapi Jingga tidak telalu peduli
akan hal tersebut.
Sampai suatu hari, Rainbow
sekelompok dengannya dalam mengerjakan drama bahasa indonesia. Rainbow dengan
malas menyeret kakinya untuk melangkah menuju meja Jingga. Disana telah
berkumpul murid-murid cupu yang selalu ia kerjai dan Rainbow tidak pernah
meminta maaf pada mereka. Rainbow merasa hari ini akan berlalu dengan
sangaaaaat panjang.
Jingga engan
memberanikan diri membuka suara
“umm,, rencananya
kalian mau bikin naskah drama kayak apa?”
Namun tidak ada yang
berani membuka suara karena menahan napas melihat Rainbow didepan mereka. Namun
Rainbow berusaha untuk tidak peduli dengan suasana tegang disebabkan
kehadirannya.
“ Ba. . .bagaimana
kalau tentang per. .persahabatan?”, jawab Nisa
Nisa adalah salah satu
korban Rainbow yang selalu nangis bombay
di wc daripada melaporkan Rainbow ke guru BK. Hal ini dikarenakan Rainbow
selalu mengancam akan memenuhi tasnya dengan katak yang sangat dibencinya.
“Boleh sih, tapi
alurnya kayak gimana?”, Jingga menjawab dengan singkat
Akhirnya anggota
kelompok lain mulai memberanikan diri untuk bicara dan mulai asyik dengan
diskusi mereka tanpa menghiraukan Rainbow yang tertidur dengan pulas. Saat jam
pelajaran telah selesai, tidak ada yang berani membangunkan Rainbow.
Teman-teman segengnya sudah cabut sebelum jam bahasa indonesia di mulai dan
meninggalkan Rainbow yang ketahuan oleh guru bahasa indonesianya yang paling
killer di SMA 1 Padang yang bahkan Rainbow tidak berani untuk membantahnya.
Akhirnya Jingga memutuskan untuk membangunkan
Rainbow.
“Rainbow, bangun, jam
bahasa indonesia sudah selesai.”
“Apaan sih? Aku masih
ngantuk. Jadi jangan diganggu.”
“Tapi gedung mau
dikunci, Ren.”Jingga berusah untuk membangunkan Rainbow
Rainbowpun bangun dan
terkejut melihat siapa yang membangunkannya. Dengan tergesa-gesa Rainbow
mangambil tasnya dan meninggkan kelas. Tapi, Jingga menyusulnya karena
penasaran dengan sikap Rainbow yang aneh.
Rainbowpun semakin
mempercepat jalannya karena tidak ingin diikuti oleh Jingga, namun terlambat,
Jingga sudah berhasil mendahuluinya dan mencegatnya. Tapi Rainbow tetap
berusaha untuk melarikan diri dari Jingga.Ia melihat ke belakang, tapi Jingga
yang dari tadi membuntutinya tidak ada di belakangnya
“Syukurlah, cewek yang
nolongku tidak mengerjarku lagi. Aku bisa pulang ke rumah dengan selamat. Tapi
kenapa ya dia membuntutiku??“
Rainbow mengira Jingga tidak ada di belakangnya.
Padahal Jingga berdiri di belakang pohon yang tidak jauh dari Rainbow. Jingga
berhasil sampai dirumahnya dan tanpa sengaja bertemu dengan orang tua Rainbow.
“Assalamu’alaikum, Om ,Tante”,
Jingga memberi salam pada orang tua Rainbow
“Wa’alaikumsalam, ayo
silakan masuk,nak! Reen, ada teman kamu tuh diluar.”, Mama Rainbow berteriak
memanggilnya.
“ Bentar, Ma. Ren
ganti baju dulu.”
Jinggapun duduk di
ruang tamu dan tercengang melihat megahnya rumah Rainbow. Ia tidak menyangka bahwa
anak berandalan seperti Rainbow ternyata anak seorang pengusaha terkenal.
Padahal saat disekolah Rainbow tidak kelihatan seperti anak orang kaya.
Rainbow sangat terkejut
bahwa teman yang dimaksud mamanya adalah Jingga. Ia menyangka bahwa yang datang
ke rumahnya adalah Adit, sohibnya yang setiap hari datang ke rumahnya.
“ A. . da pa, Jingga?”
jawab Rainbow tergagap
“G’ ada apa-apa kok, Ren.
Ummm tapi kamu punya waktu, bisa kita bicara sebentar?”, jawab jingga
“Dimana?”
“Di taman itu aja”
“Oke.!! Ma, Ren pegi ke taman bentar ya,” Rainbow
berteriak memanggil mamanya
“ Ya, sayang “
Rainbowpun mengajak
Jingga ke taman yang terletak di sebelah rumahnya. Jingga dengan canggung
bertanya pada Rainbow
“ Ren, Jingga boleh
tanya sesuatu, kan?”
“ Bo. . .Boleh. mau
nanya apa?”
“ Kenapa Ren selalu
ada saat Jingga dalam masalah padahal kan kita g’ kenal?? Apa ada yang kamu
sembunyikan dari aku??”tanya Jingga penasaran.
“Sebenarnya dulu kita
pernah ketemu.”
“Hah! Dimana?? Aku kok
gak ingat ya??”
“Mungkin kamu gak
ingat dengan wajahku, Oke aku mau cerita yang sebenarnya sama kamu. Tapi kamu
janji jangan marah sama aku ya”
“Oke, aku janji gak
akan marah asalkan kamu mau jujur sama aku.”
“Oya Jingga muka kamu
penuh goresan itu karena apa??”
“Oh goresan ini.. Ini
terjadi sebulan yang lalu saat aku menolong seorang cowok yang hampir ke tabrak
mobil.”
“
Sebenarnya, cowok yang kamu maksud itu adalah aku, jingga. Sebulan yang lalu,
Ren hampir ketabrak sama mobil, tapi tiba-tiba Jingga datang dan mendorong Ren
ke tepi jalan , waktu itu Ren gak nolong Jingga karena Ren sedang buru-buru
pergi ke sekolah. Trus Ren terkejut saat lihat Jingga ternyata anak baru yang
mau Ren kerjain, spontan Ren ingin ngelidungin Jingga agar g’ kena jebakan yang
Ren bikin. Maafin, Ren ya Jingga, Ren yang buat Jingga jadi kaya gini. Kalau
kemarin itu Jingga g’ nolong Ren, pasti wajah Jingga g’ bakal kayak gini.” jelas
Rainbow panjang lebar
Jinggapun tersenyum
mendengar jawaban Rainbow dan berkata,
” itu bukan salah kamu kok,Ren. Kan Jingga yang punya
niat buat nolongin Ren. Jingga ikhlas kok, itu memang udah jadi kebiasan ama
Jingga buat nolongin orang yang dalam masalah. Jingga selalu diajarin kayak
gitu sama nenek Jingga. Sekarang nenek Jingga udah meninggal, jadi Jingga harus
bisa melaksanakan apa yang diamanahkan nenek ke Jingga.”
Sejak saat itu,
Rainbow berubah dan tidak pernah lagi berulah di sekolahnya, namun hal itulah
yang menjadi awal masalah bagi murid SMA N 1 Padang. Mereka tidak terima bahwa
Rainbow keluar dari geng mereka dan lebih memilih berteman dengan anak cupu
yang tidak selevel dengan mereka. Mereka selalu mencari cara untuk mencelakai
Jingga agar Rainbow kembali bergabung dengan mereka.
Ketika pulang sekolah,
Jingga ditahan oleh mantan geng Rainbow. Mereka membawa Jingga ke lapangan yang
tidak jauh dari sekolah.
“Ancaknyo wak pangaan
cewek buruak ko kawan?’”
“hhmhmhm.. ba a kalau
wak buek wajahnyo tambah buruak,,”
“Satuju bana wak tu,,
salahnyo surang. Manga cari pikaro jo wak.”
“Lamak se nyo maanbiak
si Ren dari wak.”
Kemudian mereka
mencoret-coret wajah Jingga. Jingga tidak bisa berteiak karena mulutnya di
lakban. Adit yang mengetahui kejadian itu langsung menghampiri Rainbow yang
sedang main baseball. Adit langsung memberitahukan apa yang terjadi kepada
rainbow.
“Ren, si Jingga
dipasamoan urang di lapangan tu a”
Tanpa berpikir panjang
Rainbow mengambil tongkatnya dan berlari menuju ke lapangan yang dimaksud Adit.
Setibanya di lapangan itu. Rainbow berteriak
“wwwwwwwoooooooooiiiiiiii!!!!!!!!!
Ang jan gaduah sahabat den. Ang gaduah sahabat den, den lakak ang jo tungkek
ko!!”
Namun anggota geng
Rainbow tidak mengacuhkan perintah Rainbow. Mereka tetap saja mencoret wajah
Jingga. Rainbow langsung memukul salah satu anggotanya. Tapi Rainbow kalah
dalam pertarungan itu. Rainbow hanya sendiri sedangkan mereka berjumlah
puluhan. Setelah mereka puas memukul Rainbow, mereka meninggalkan Rainbow dan
Jingga begitu saja. Rainbow menghampiri Jingga dan berkata,
“Kamu gak apa-apa kan
Jingga. Maaf ya aku telat menolongmu.”
“Ren jangan pikirin
aku. Aku gak apa-apa. Malah aku yang harusnya mencemasin kamu. Gara-gara aku
aku muka kamu babak belur begitu.” Jawab Jingga sambil menangis.
Adit yang dari tadi
mencari bantuan. Menghampiri mereka dan membawa Rainbow ke rumah sakit.
Untunglah Rainbow tidak apa-apa. Tetapi wajah Rainbow tidahk seganteng yang
dulu. Wajahnya penuh dengan luka akibat pertempuran tersebut.
“Ren maafin aku ya.
Gara-gara aku , wajahmu jadi jelek kayak aku.”
Rainbow tertawa dan
berkata,
“Sekarang kita impas
Jingga. Kita jadi sama-sam jelek. Iya kan Dit??? Hahahaha”
“Kalian aja yang
jelek. Aku masih ganteng kayak dulu :P”
Dengan serentak Jingga
dan Rainbow berkata,
“Hhuuuhhh!! Adit adit..
Kamu jelekk .. hahahaha”
“tapi makasih ya ,
kalian tetap jadi sahabatku. Makasih ya Dit, Jingga”
Mereka bertiga
berpelukan. Dan mereka bersahabat untuk waktu yang lama.